BATARA KALA
berikut ini sekelumit cerita yang melingkupi cerita tokoh wayang yang digambarkan bermuka seram dan mengerikan.
batara kala adalah putar dari sang hyang manikmaya dengan dewi umayi yang ke IV,menurut morphology kala bermakna saat atau waktu dan dewa penasaran…
alkisah sesudah sang hyang manikmaya dan dewi umayi mempunyai putra 5 orang ,mereka pergi berpesiar by the way cuman jangan tanya mereka pesiar kemana hehehhehehe………………dikisahkan mereka pergi dengan mengendarai lembu andini.dan pada saat itu sang btara menginginkan lambang asmara tetapi dewi umayi menolaknya.karena saking jengkelnya sang dewi menyumpai sang btara mengakibatkan sang hyang manikmaya mempunyai taring mirip dracula sampe sekarang…..
selanjutnya kama atawa rahsa dari sang btara jatuh ke laut alias samodra,karena sang dewi menghindarinya.dari kama salah ini lahirlah bayi raksasa dengan kata lain bayi raksasa ini tidak lahir dari rahim ibunya.selama 3 tahun lamanya sang bayi raksasa hidup di dalam samudra dengan memakan ikan penghuni samodra.
sementara itu sang hyang baruna yang merasa resah atas ulah si bayi raksasa dengan terpaksa melapor ke suralaya,niatnya sih batara penguasa lautan ini meminta perlindungan atas kekacauan di samodra karena ulah bayi raksasa tadi.bergegas setelah mendapat laporan maka dikumpulkan para bala tentara untuk memerangi sang bayi kala namun apa lacur bala tentara malah bisa ditekuk alias babak belur dihajar sang bayi.dan di akhir cerita sang hyang manikmaya terpaksa mengeluarkan ajian andalan beliau yakni aji kemayan sehingga si bayi kalah bertekuk lutut. dan taring si bayi kala berhasil dipotong.dalam babad wayang purwa dikisahkan taring sang kala sebelah kanan dijadikan keris dengan nama kalanada sedang yang kiri dijadikan keris dengan nama kaladita
selanjutkan dikisahkan atas kewenangan sang hyang manikmaya ,batara kala diijinkan memakan korban manusia yang terdiri dari manusia sukerta,aradan alias orang yang lalai dalam hidupnya dan atas kehendak sang hyang manikmaya dahi sang btara kala ditulisi rajah kala cakra yang dinamakan sastrabedati dengan catatan barang sapa yang bisa membacanya maka akan selamat dari terkaman sang kala selain itu sang kala juga dipersenjatai dengan gada untuk membunuh lawan.
sepeninggal sang hyang kala.sang hyang narada menegur menegur sang hyang manikmaya atas tindakannya yang dianggap berlebihan atas ulah sang btara kala.alasan lain dari terguran sang hyang narada bahwa orang sukerta dan aradan jumlahnya ribuan di dunia.
akhir cerita sang hyang manikmaya mengaku khilaf atas perbuatannya dan mengutus btara wisnu untuk menggagalkan niat sang kala.hal ini juga sukses dilakukan atas bantuan hyang kanekaputra dan saudara saudaranya.