JANGKA JAYABAYA
WASITWARA
punika wasitwara kenginga kangge pipiriding para kusumaning bangsa anggenipun angrungkebi tanag wutah rahipun,sadumuk batuk sanyari bumi,punika kahurmatan tuwin kasugihaning bangsa,wajib linebatan wok banda wala pati,ataker marus dumugi pambaludaging ludira ingkang pungkasan,bilih wonten ingkang angganggu damel.jer pakorbanan panumbasing kautamaning kaluhuran.
kalimat diatas dipetik dari sebuah buku jawa kuno
orang indonesia dan orang jawa pada umumnya sudah terbiasa dengan budaya ramal meramal.masyarakat jawa terutama generasi yang tua bisa dibilang akrab dengan nama jayabaya atau ranggawarsito atau yanglebih tua lagi yakni sabdo palon noyogenggong.ketiga figur tadi melegenda di kalangan masyarakat jawa dikeranakan ramalan mereka tentang keadaan tanah jawa mendekati kebenaran.
namun tidak banyak yang tahu jika salah satu nama yang aku sebutkan tadi yang terkenal dengan jangka jayabayanya yakni sri aji jayabaya bukan pemilik asli ide jangka jayabaya.karena menurut catatan beliau hanya menulis ulang cerita ramalan tersebut,kitab asli yang memuat ramalan tentang jangka itu berada di serat nitisastra.dalam serat itu termuat dan diterangkan adanya 4 jaman yakni jaman kretayuga,tirtayuga,dwaparayuga dan yang akhir kaliyuga.
dan ternyata menurut riwayat jangka jayabaya bukan hanya beredar dalam satu versi saja namun ada banyak versi tentang jangka jayabaya ,versi lain yakni jangka jayabaya seh baikir,jangka jayabaya jaka lodhang,jangka jayabaya herucakra tanjunputih dan seterusnya.
by the way keempat jaman yg aku sebut diatas atau dalam bahasa jawanya nya catur yoga.seperti yang aku sebutkan tadi adalah penggalan cerita dari serat nitisastra dan serat nitisastra adalah petikan dari kitab mahabarat markadenya samyasaparwa bab 187,188,189, dan 190 atau dengan kata lain tirtayatraparwa bab 148 dan 149.
beberaapa penganut kejawen dan kebatinan di jawa percaya bahwa sri aji jayabaya adalah titisan dari dewa wisnu. dan dewa wisnu juga dijuluki tiwikrama ,tri artinya tiga dan wikrama artinya turun/melangkah? artinya dipercaay sanghyan wisnu turun 3 kali,dan keterangan itu ada dalam beberapa kitab jawa kuno.
next petikan serat jangka jayabaya versi lain
Menarik untuk dibaca, bedah telisik spiritual wasiat leluhur nusantara : MENELISIK MISTERI SABDO PALON di Blog Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya