jamn sudah menunjukan pukul 9 pagi namun suasana museum radya pustaka nampak sepi pengunjung,tak ada orang di dalam sana,hanya ada seorang anak muda yang jaga karcis di depan pintu masuk.sejenak aku melihat bangunan depan museum radya pustaka,semua masih masih nampak kokoh dan terawat,pintu yang tinggi dan jendela super lebar menghiasi bangunan ini.
aku mencoba masuk ke dalam,di ruangan depan nampak berjejer dengan rapi gambar wayang dari jaman belanda mungkin,wayang disimpan rapi di dalam almari,aku gak tahu nama wayang wayang yg ada di lemari cuman aku athu satu wayang aja yakni gambarnya kresna soalnya kulitnya hitam hehehehe ama gambar wayang raksasa alias buto cakil soalnya rambutnya fun kee alias dread lock dan pake caling.sayang bener aku datang pas hari jum’at aku lihat visitornya cuman aku aja …
ruangan ke dua berisi senjata jaman dulu.keris,tombak ,pedang dan gandik tersusun rapi di dalam almari kaca di dekat ruangan pustaka,aku gak tahu kira kira ini keris yang ada di dalam kotak kaca ini ada isinya gak ya hehehehe.di tengah ruangan yang berisi keris ada sebiah kotak kaca yang berbentuk persegi panjang kayak model aquarium,dari keterangan penjaga museum isi kotak kaca itu yang berupa bunga yang sudah kering adalah hadiah dari napoleon bonaparte dari perancis,tidak ada keterangan pasti kenapa napoleon kok kirim bunga ke solo ya..
di sebelah lemari kaac yang berisi senjata ada sebuah ruangan pustaka,seorang laki2 nampak cuek duduk di pojokan ruangan,ehm aku bisa tahu pasti dia penjaga pustaka ini,tak ada orang lain di dalam ruangan ini,dia nampak asyik bermain game di komputer yang terletak di meja admin,udara super dingin berhembus dari ac yang terletak di pojokan ruangan,deretan buku kuno nampak tersusun rapi di dalam lemari yang tinggi dan lebar selebar gaban heheheh.aku hitung mungkin room ini ada 4mx10m.sejenak aku melongok ke lemari buku, disisi kanan deretan buku berbahasa belanda dan sebagian nampak tersusun rapi beberapa bukunya nampak lusuh,menurut keterangan ada lebih 3000 buku yg behubungan dengan sejarah jawa or sastra ada di ruangan ini……..setelah muter muter di dalam ruangan akhirnya aku menemukan buku yang aku cari serat centhini jilid 1 dan 3.aku sukur banget itu buku boleh aku photocopy cuman akhirnya aku ambil keputusan cuman ambil photocopy serat centhini jilid 1 cuman sepatuh buku aja kira2 150 halaman ,ternyata photo copy total jilid 1 mahal amat ya hampir Rp 50.000…so expensive.menurut keterangan penjaga ruang pustaka yang berasal dari madiun ini banyak sekali budayawan or sekedar peneliti yang datang ke pustaka radya pustaka untuk mencari bahan penulisan dan penelitian.
setelah puas melihat buku kuno di ruangan pustaka aku mencoba melongok ke bagian tengah museum,di dalam ruangan ini terletak sebuah perangkat gamelan lengkap(konon gamelan ini menurut beberpa orang suka berbunyi sendiri pada hari hari tertentu)di pojokan ruangan ada sebuah rojomolo yg berbentuk kepala naga,seram bener ini rojomolo apalagi ditambah sebuah tempat pembakaran dupa berada di lantai ruangan si rojomolo.cuman aku aneh aja melihat si rojomolo sedari tadi kok matanya terasa hidup ya ..ihh seremmmmmmmm.
akhir cerita pada waktu aku pulang ke rmah teman aku yg terletak di belakang batik danarhadi,ada sebuah ceriya unik yanga ku dapatlan dari someone.bahwa emang bener kalo si rojomolo dulu biasa di pasang di depan kapal sebagai hiasan kapal,dan pada hari tertentu si rojomolo berbau amis air laut-ikan.
CERITA TENTANG SOLO USAI SUDAH…